Proses pemakaman korban pembunuhan di Pasuruan, Senin (15/8/2022). (Foto: iNews.id/Jaka Samudra).
Avirista Midaada

PASURUAN, iNews.id - Pembunuhan seorang laki-laki di Pasuruan dilakukan pelaku dengan sadis. Korban diadang saat pulang dari masjid, lalu dihabisi dengan brutal menggunakan senjata tajam. 

Tindakan keji itu dilakukan pelaku bernisial MA (30) kepada tetangganya Saki (60) warga Jalan S Parman, Kecamatang Panggungrejo, Kota Pasuruan. Hasil penyelidikan polisi, korban dianiaya terlebih dahulu sebelum akhirnya dihabisi menggunakan parang. 

Kasatreskrim Polres Pasuruan Kota AKP Bima Sakit menjelaskan, pembunuhan tersebut telah direncanakan pelaku selama empat hari sebelum eksekusi. Semula, pelaku menyiapkan perlengkapan senjata tajam untuk membunuh, lalu mengamati kebiasaan korban hingga menentukan lokasi eksekusi. 

"Kemudian pada hari Minggu, 14 Agustus 2022 sekira jam 16.30 WIB tersangka melihat korban pergi ke Masjid Jamik Kota Pasuruan dengan menggunakan sepeda angin (sepeda jengki) yang kemudian tersangka menyiapkan segala perlengkapannya," ucap Bima Sakti saat rilis di Mapolres Pasuruan Kota, Selasa (16/8/2022). 

Bima menambahkan, tersangka kemudian pergi ke sebuah jalan di Kelurahan Panggungrejo menunggu kepulangan korbannya dari masjid. Tempat tersebut merupakan tempat yang sepi berada di sebelah lapangan.

"Sekira 20 menit kemudian tersangka melihat korban melintas dari arah selatan dan tersangka turun dari sepeda motor untuk mengadang korban," ucap dia.

Kemudian tersangka langsung melakukan kekerasan dengan menusuk, menyayat, memukul, dan menendang korban, hingga tidak berdaya. Saat korban tak berdaya, tersangka lantas meninggalkan Saki begitu saja hingga korban meninggal dunia. 

Akibat tindakannya, korban mengalami luka robek karena terkena senjata tajam di bagian sebelah kiri, leher sebelah kiri, lengan tangan kanan sebelah kanan tembus belakang, dan bawah ketiak sebelah kanan tembus belakang punggung.

"Tersangka kami amankan pada Minggu 14 Agustus sekitar jam 21.00 beserta barang bukti yang digunakan pelaku," katanya. 

Sementara itu pelaku MA mengakui dirinya yang tega membunuh Saki. "Saya yang melakukannya," jawabnya singkat di hadapan wartawan. 

Akibat perbuatannya MA terancam Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana dengan ancaman hukuman mati, atau penjara seumur hidup atau penjara selama-lamanya 20 tahun. 


Editor : Ihya Ulumuddin

BERITA TERKAIT