SURABAYA, iNews.id – Tongkat kepemimpinan di Polda Jatim segera berganti. Berdasarkan Surat Telegram (ST) Kapolri Jenderal Tito Karnavian dengan nomor ST/2015/VIII/KEP/2018 dan nomor ST/2014/VIII/KEP/2018, tertanggal 13 Agustus 2018, Kapolda Jatim Irjen Pol Machfud Arifin diganti Irjen Pol Luki Hermawan yang saat ini bertugas menjadi Wakabaintelkam Mabes Polri.
Sedangkan Machfud bergeser menjadi Analis Kebijakan Utama Bidang Sabhara Baharkam Polri. Untuk posisi Wakapolda Jatim yang sebelumnya dijabat oleh Brigjen Pol Widodo Eko Prihastopo, akan diganti oleh Brigjen Pol M Iqbal yang saat ini menjabat sebagai Karo Penmas (Kepala Biro Penerangan Masyarakat) Mabes Polri.
“Benar surat telegram itu ada. Dan itu hal yang biasa untuk kepentingan organisasi," kata Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Frans Barung Mangera, Senin (13/8/2018).
Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Surabaya Fatkhul Khoir menyebut, selama bertugas memimpin Jatim, tidak ada prestasi menonjol yang ditorehkan Irjen Pol Machfud Arifin. Justru yang tampak adalah ketidakprofesionalan polisi dalam mengatasi gangguan keamanan. “Salah satu contoh peristiwa ledakan bunuh diri di Surabaya pertengahan Mei lalu,” katanya.
Fatkhul juga memprotes sikap kepolisian yang justru terlibat dalam pembubaran acara diskusi yang digelar di daerah Tambaksari Surabaya awal Juli lalu. Seharusnya, kata dia, polisi bertindak sebagai penengah dan bukan menjadi bagian yang membubarkan kegiatan kemahasiswaan.
“Saya berharap, Kapolda Jatim yang baru ini bisa lebih bersikap proporsional dan professional,” tandas jebolan Universitas Islam Malang (Unisma) ini.
Dia menduga, ditunjuknya Irjen Pol Luki Hermawan sebagai Kapolda Jatim adalah untuk perbaikan sistem keamanan di Jatim menyusul serangkaian peristiwa ledakan bom bunuh diri di Surabaya. Di sisi lain, bulan depan juga akan digelar sidang kasus terorisme.
Diketahui, Densus 88 Mabes Polri, pasca rentetan bom bunuh diri, berhasil menangkap lebih dari 10 orang terduga teroris. Mereka ditangkap diberbagai daerah di Jatim. Seperti di Pasuruan, Malang dan Sidoarjo. “Jatim merupakan provinsi penting di Indonesia. Sehingga memang harus ada perhatian khusus, utamanya dalam hal keamanan,” tandasnya.
Editor : Kastolani Marzuki
Artikel Terkait