BOJONEGORO, iNews.id - Banjir akibat luapan Sungai Bengawan Solo di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur menyebakan kerugian cukup besar. Hasil inventarisasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro, kerugian akibat banjir Bengawan Solo mencapai Rp13 miliar.
Selain merusak infrastruktur dan ribuan hektare (Ha) area pertanian, banjir juga merendam sebanyak 96 desa. Kerugian paling besar disebabkan banyaknya lahan pertanian yang mengalami gagal panen.
Sedikitnya ada 1.582 Ha tanaman padi dan 299 Ha tananam palawija di 12 kecamatan. Sementara itu petani memilih panen dini agar tidak mengalami kerugian lebih besar.
Hasil panen dipastikan tidak maksimal, lantaran padi belum sepenuhnya matang dan terendam banjir. Jika dalam kondisi normal, 1 Ha bisa menghasilkan 7 hingga 9 ton. Namun, setelah terendam banjir diperkirakan hanya satu ton saja.
Video Editor: Ihya’ Ulumuddin
Editor : Kastolani Marzuki
Artikel Terkait