Pemkab Ponorogo menggelar Kemilau Pekan Raya 2026 untuk mempromosikan potensi daerah, UMKM, inovasi, dan kreativitas masyarakat. (Foto: Istimewa)

PONOROGO, iNews.id – Ribuan warga memadati Alun-Alun Ponorogo saat Kemilau Pekan Raya Ponorogo 2026 resmi dibuka oleh Plt Bupati Ponorogo Lisdyarita, didampingi pimpinan DPRD dan Forkopimda. Kegiatan ini untuk pertama kalinya digelar oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo.

Tak sekadar menghadirkan hiburan musik gratis, kegiatan yang berlangsung hingga 6 November 2026 ini juga menjadi ajang promosi potensi daerah. Mulai dari pameran inovasi, pelayanan publik, produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), hingga kreativitas pelajar turut meramaikan pekan raya tersebut.

Malam pembukaan semakin meriah dengan penampilan grup musik Last Child dan sejumlah musisi lainnya yang menghibur pengunjung di panggung utama Alun-Alun Ponorogo.

Plt Bupati Ponorogo Lisdyarita mengatakan, Kemilau Pekan Raya tidak hanya ditujukan sebagai hiburan bagi masyarakat. Kegiatan ini juga menjadi ruang untuk memperkenalkan potensi daerah sekaligus mendorong perkembangan berbagai sektor.

“Kemilau Pekan Raya Ponorogo adalah panggung kebangkitan kita bersama. Ini juga panggung bagi organisasi perangkat daerah dalam memberikan pelayanan publik yang informatif, transparan, dan berkualitas kepada masyarakat,” kata Lisdyarita.

Menurutnya, selain pelayanan publik dan pameran inovasi, Kemilau Pekan Raya Ponorogo 2026 juga melibatkan pelaku UMKM. Sebanyak 48 stan berpartisipasi dalam kegiatan tersebut, termasuk stan promosi produk lokal.

Lisdyarita berharap, keikutsertaan UMKM dapat memperluas jangkauan pemasaran sekaligus membuat produk lokal semakin dikenal masyarakat.

“Ada 48 booth yang ikut dalam acara ini, termasuk bagi UMKM sebagai sarana promosi dan perluasan pasar produk lokal agar semakin naik kelas. Ada juga dari para kreator dan pelajar untuk berkarya serta berkompetisi melalui ajang Inotek Expo. Tak lupa juga Student Music Festival yang kembali kita hidupkan,” terangnya.

Melalui kegiatan tersebut, Pemkab Ponorogo juga ingin membuka ruang bagi inovator, kreator, dan pelajar untuk menampilkan karya serta mengembangkan kreativitas.

Pemkab Ponorogo bahkan berencana mengembangkan Kemilau Pekan Raya menjadi agenda tahunan. “Insyaallah Kemilau Pekan Raya Ponorogo akan dikembangkan menjadi agenda tahunan yang dinanti-nantikan,” jelasnya.

Dibuka dengan penampilan Last Child, Kemilau Pekan Raya Ponorogo 2026 menjadi ajang hiburan sekaligus promosi potensi daerah. (Foto: Istimewa)

Pengunjung juga dapat menikmati hiburan musik secara gratis selama pelaksanaan Kemilau Pekan Raya Ponorogo 2026. Setelah penampilan Last Child pada malam pembukaan, rangkaian hiburan akan berlanjut setiap hari hingga penutupan.

Grup musik Darboy Genk dijadwalkan tampil pada penghujung acara.

“Kita nantikan panggung hiburan rakyat gratis, di mana seluruh lapisan masyarakat bisa ikut berpesta menikmati malam ini bersama Last Child. Jangan lupa, setiap harinya juga tetap ada festival yang sangat luar biasa, dan akan diakhiri dengan penutupan bersama Darboy Genk,” pungkas Lisdyarita.

Melalui beragam agenda tersebut, Kemilau Pekan Raya Ponorogo 2026 diharapkan tidak hanya menjadi ruang hiburan bagi masyarakat, tetapi juga wadah promosi UMKM, pelayanan publik, inovasi, dan kreativitas warga.


Editor : Adhenda Madarina Idzni

BERITA POPULER
+
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network