PROBOLINGGO, iNews.id – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, masih belum berhasil dipadamkan sepenuhnya hingga hari kelima, Jumat (7/8/2026). Luas area lahan yang terbakar kini diperkirakan telah mencapai sekitar 125 hektare.
Lebih dari 100 personel gabungan dari Balai TNBTS, BPBD, TNI, Polri, serta relawan bahu-membahu melakukan penanganan di area Pusung Jantur, Desa Sariwani, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo.
Guna memadamkan kobaran api, tim gabungan menerapkan berbagai metode penanganan, mulai dari pemadaman manual menggunakan gebyok kayu, tangki water spray punggung, hingga pemanfaatan teknologi drone water spray.
Meski drone water spray sempat efektif memadamkan 17 titik api, munculnya tiupan angin kencang membuat beberapa titik api kembali menyala pada Kamis petang.
"Proses pemadaman di lapangan menghadapi kendala cukup berat, mulai dari minimnya ketersediaan sumber air, angin kencang, vegetasi alang-alang yang mengering, hingga topografi tebing yang sangat curam," ujar Kalaksa BPBD Kabupaten Probolinggo, Oemar Syarif, Jumat (7/8/2026).
Guna menjangkau titik api di area tebing curam yang membahayakan keselamatan petugas darat, pihak berwenang berencana mengerahkan bantuan pemadaman dari udara.
Satu unit helikopter water bombing milik TNI AL dan BNPB dijadwalkan bakal segera diterjunkan ke kawasan Gunung Bromo untuk mempercepat proses pemadaman.
Editor : Kastolani Marzuki
Artikel Terkait