Gunung Semeru erupsi pada Selasa (29/9/2026) pagi dengan kolom abu mencapai sekitar 1.000 meter di atas puncak dan mengarah ke timur. (Foto: PVMBG)

JAKARTA, iNews.id - Gunung Semeru kembali meletus Selasa (29/9/2026) pagi ini. Letusan tercatat pada pukul 07.41 WIB dengan kolom abu mencapai sekitar 1 kilometer atau 1.000 meter di atas puncak. 

Petugas pengamatan gunung api, Mukdas Sofian, melaporkan kolom abu erupsi Gunung Semeru teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal dan mengarah ke timur.

Erupsi tersebut juga terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 milimeter dan berlangsung selama 125 detik.

"Terjadi erupsi Gunung Semeru pada hari Selasa, 29 September 2026, pukul 07:41 WIB. Tinggi kolom letusan teramati ± 1.000 meter di atas puncak," tulisnya dalam laporan dikutip dari Badab Geologi, Selasa (29/9/2026).

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengingatkan masyarakat dan wisatawan untuk mematuhi sejumlah rekomendasi keselamatan menyusul aktivitas erupsi Gunung Semeru.

Masyarakat diminta tidak beraktivitas apa pun di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga jarak 13 kilometer dari puncak atau pusat erupsi.

Di luar jarak tersebut, masyarakat juga diminta tidak beraktivitas dalam radius 500 meter dari tepi sungai atau sempadan sungai di sepanjang Besuk Kobokan. Area tersebut berpotensi terdampak perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 kilometer dari puncak.

Selain itu, masyarakat dilarang melakukan aktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru karena kawasan tersebut masih rawan terhadap bahaya lontaran batu pijar.

PVMBG juga meminta masyarakat mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai maupun lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru.

Kewaspadaan terutama diperlukan di sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat. Potensi lahar juga dapat terjadi di sungai-sungai kecil yang menjadi anak sungai Besuk Kobokan.

Masyarakat di sekitar kawasan Gunung Semeru diimbau tidak mengabaikan rekomendasi keselamatan dan selalu mengikuti informasi resmi mengenai perkembangan aktivitas gunung api.


Editor : Donald Karouw

BERITA POPULER
+
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network