LUMAJANG, iNews.id - Gunung Semeru kembali meletus Sabtu (29/8/2026) pagi ini. Erupsi terjadi pukul 05.14 WIB dengan memuntahkan kolom abu letusan mencapai sekitar 900 meter di atas puncak.
Petugas pengamatan gunung api Sigit Rian Alfian melaporkan, kolom abu erupsi Gunung Semeru teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal ke arah selatan dan barat daya.
Erupsi tersebut terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 milimeter dan durasi selama 126 detik.
"Terjadi erupsi Gunung Semeru pada hari Sabtu, 29 Agustus 2026, pukul 05:14 WIB. Tinggi kolom letusan teramati ± 900 m di atas puncak," tulis Badan Geologi, Sabtu (29/8/2026).
Erupsi Gunung Semeru terjadi pada ketinggian sekitar 4.576 meter di atas permukaan laut. Material abu vulkanis terlihat mengarah ke sektor selatan dan barat daya dengan intensitas tebal.
Masyarakat di sekitar Gunung Semeru diminta tetap memperhatikan perkembangan aktivitas vulkanik. Warga juga diimbau mematuhi rekomendasi keselamatan yang dikeluarkan oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).
PVMBG merekomendasikan masyarakat tidak beraktivitas apa pun di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga sejauh 13 kilometer dari puncak atau pusat erupsi.
Di luar jarak tersebut, masyarakat juga diminta tidak beraktivitas dalam jarak 500 meter dari tepi sungai atau sempadan sungai di sepanjang Besuk Kobokan. Kawasan tersebut masih berpotensi terdampak perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 kilometer dari puncak.
Selain itu, masyarakat dan wisatawan dilarang melakukan aktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru. Area tersebut dinilai rawan terhadap bahaya lontaran batu pijar.
Masyarakat juga diminta mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai atau lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru.
Kewaspadaan terutama diperlukan di sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat. Potensi lahar juga perlu diwaspadai di sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai Besuk Kobokan.
Editor : Donald Karouw
Artikel Terkait