LUMAJANG, iNews.id - Gunung Semeru meletus pada Senin (13/4/2026) pukul 09.23 WIB. Letusan gunung tertinggi di Pulau Jawa ini memuntahkan kolom abu setinggi sekitar 1.000 meter di atas puncak.
Berdasarkan laporan petugas pengamatan gunung api Sigit Rian Alfian, kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal. Arah sebaran abu vulkanis terpantau mengarah ke barat hingga barat laut.
"Terjadi erupsi Gunung Semeru pada hari Senin, 13 April 2026, pukul 09:23 WIB tinggi kolom abu teramati ± 1.000 meter di atas puncak," tulisnya dalam laporan dikutip Senin (13/4/2026).
Erupsi Gunung Semeru juga terekam di alat seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm. Durasi letusan tercatat berlangsung selama 113 detik. Saat laporan dibuat, aktivitas erupsi telah terjadi dengan intensitas yang cukup signifikan.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengeluarkan sejumlah rekomendasi kepada masyarakat di sekitar Gunung Semeru. Masyarakat dilarang melakukan aktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga jarak 13 kilometer dari puncak.
Selain itu, warga juga diminta tidak beraktivitas dalam radius 500 meter dari tepi sungai di sepanjang aliran Besuk Kobokan karena berpotensi terdampak awan panas dan lahar. PVMBG juga mengingatkan masyarakat untuk tidak beraktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru. Hal ini karena potensi bahaya lontaran batu pijar saat erupsi masih sangat tinggi.
Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi awan panas, guguran lava, serta aliran lahar. Wilayah yang perlu diwaspadai meliputi aliran sungai yang berhulu dari puncak Semeru seperti Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat. Selain itu, potensi lahar juga dapat terjadi di sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan.
Editor : Donald Karouw
Artikel Terkait