LUMAJANG, iNews.id - Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur mengalami erupsi, Rabu (18/2/2026) pukul 06.57 WIB. Letusan ini memuntahkan kolom abu setinggi ±800 meter di atas puncak.
Petugas Pengamatan Gunung Api Semeru, Yadi Yuliandi melaporkan, erupsi terekam jelas di alat pemantau seismograf. Letusan ini mengeluarkan abu berwarna kelabu dengan intensitas tebal ke arah timur laut.
“Terjadi erupsi Gunung Semeru pada hari Rabu, 18 Februari 2026, pukul 06:57 WIB. Tinggi kolom letusan teramati ± 800 meter di atas puncak (± 4476 meter di atas permukaan laut),” tulis laporan dikutip dari akun @badangeologi, Rabu (18/2/2026).
Data menunjukkan amplitudo maksimum mencapai 22 mm dengan durasi gempa 117 detik. Aktivitas ini menandakan Gunung Semeru masih berada dalam fase aktif.
Masyarakat diminta tidak beraktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari puncak. Wilayah tersebut berpotensi terdampak awan panas dan aliran lahar.
Di luar radius itu, warga juga dilarang beraktivitas dalam jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan. Potensi perluasan awan panas dan lahar bisa mencapai jarak 17 kilometer dari puncak.
Masyarakat juga tidak diperbolehkan beraktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah atau puncak Gunung Api Semeru. Area ini rawan terhadap lontaran batu pijar.
Selain itu, warga diminta mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai yang berhulu di puncak. Wilayah yang perlu diwaspadai antara lain Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat.
Editor : Donald Karouw
Artikel Terkait