BONDOWOSO, iNews.id – Warga Desa Jebung Kidul, Kecamatan Tlogosari, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, dibuat geger dengan penemuan rongga menyerupai gua di lahan pertanian warga. Setelah dilakukan pemeriksaan, gua tersebut diduga terbentuk secara alami dan bukan peninggalan sejarah.
Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Bondowoso Hery Kusdaryanto mengatakan, pihaknya telah mengecek langsung ke lokasi bersama juru pelihara serta sejumlah komunitas yang memahami kondisi kawasan tersebut. Dari hasil pemeriksaan di dalam rongga, tim tidak menemukan tanda-tanda adanya aktivitas manusia pada masa lalu.
Berdasarkan hasil koordinasi dengan sejumlah pihak, rongga tersebut diduga terbentuk akibat proses alam, khususnya berkaitan dengan material vulkanis Gunung Raung.
Hery menjelaskan, rongga menyerupai gua itu diduga merupakan bekas pohon yang terdampak aktivitas Gunung Raung. Pohon yang telah berusia ratusan tahun tersebut kemudian mengalami pelapukan hingga membentuk rongga di dalam material batuan.
“Hasil identifikasi awal, kami tidak menemukan objek yang diduga cagar budaya (ODCB). Dugaan sementara kami, itu bekas pohon yang terdampak letusan Gunung Raung. Karena usianya ratusan tahun, kayunya lapuk dan membentuk rongga,” ujar Hery dikutip dari iNews Bondowoso, Senin (24/8/2026).
Dugaan tersebut diperkuat dengan keberadaan batuan padas di sekitar lokasi. Material batuan itu disebut merupakan bagian dari endapan hasil aktivitas vulkanis Gunung Raung.
Berdasarkan hasil pemeriksaan, rongga tersebut memiliki panjang sekitar 15 meter dari lubang masuk menuju arah timur. Lebarnya mencapai sekitar satu meter sehingga masih memungkinkan beberapa orang masuk ke dalamnya.
Sementara bagian barat rongga belum dapat ditelusuri karena tertutup material runtuhan batu padas. Lokasi penemuan rongga tersebut berada tidak jauh dari kawasan Jebung yang sebelumnya juga sempat menjadi perhatian masyarakat setelah ditemukan struktur batu bata.
Meski hasil pemeriksaan awal tidak menemukan indikasi sebagai cagar budaya, Disparbudpora Bondowoso tetap akan melaporkan temuan tersebut kepada Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah Jawa Timur (BPKW Jawa Timur). Pemerintah daerah masih akan melakukan pemantauan terhadap lokasi tersebut untuk memastikan kondisi rongga dan material di sekitarnya.
Editor : Donald Karouw
Artikel Terkait