Tangkapan layar fenomena pusaran angin kencang mirip tornado atau waterspout di dekat Jembatan Suramadu, Bangkalan. (Foto: iNews)

BANGKALAN, iNews.id – Fenomena alam langka berupa pusaran angin kencang bak tornado di atas permukaan laut atau waterspout terekam kamera warga di pesisir selatan Bangkalan, Jawa Timur. Kejadian yang berlangsung di dekat kawasan Jembatan Suramadu ini sempat memicu decak kagum sekaligus kekhawatiran masyarakat sekitar.

Pusaran angin raksasa tersebut terlihat jelas menyambung dari gumpalan awan hitam pekat hingga menyentuh permukaan laut di perairan Kwanyar dan Labang. 

Fenomena yang berlangsung selama kurang lebih lima menit ini menjadi tontonan gratis bagi warga pesisir. Tak sedikit dari mereka yang mengabadikan momen tersebut menggunakan ponsel karena takjub melihat pusaran angin yang berputar kencang di tengah laut.

Bahkan, sejumlah pengendara sepeda motor yang tengah melintas di atas Jembatan Suramadu nekat berhenti sejenak di bahu jalan untuk melihat lebih dekat fenomena yang jarang terjadi tersebut.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bangkalan menyatakan bahwa fenomena ini merupakan pertanda peralihan musim atau pancaroba. Prediksi menunjukkan peralihan dari musim penghujan ke kemarau akan dimulai pada awal Mei mendatang. 

Secara ilmiah, angin puting beliung di tengah laut ini dipicu oleh pertemuan suhu permukaan laut yang hangat dengan udara lembap dari awan hitam pekat (Cumulonimbus). Hal ini menciptakan penguapan intensif yang memicu tekanan udara rendah. 

"Udara hangat naik dengan cepat dan berputar akibat efek gaya Coriolis atau rotasi bumi, yang akhirnya membentuk pusaran angin kencang," kata petugas BPBD Bangkalan, Arif Rahman Surya Atmaja, Rabu (22/4/2026).

Dia mengatakan, lokasi kejadian berada di perairan Labang-Kwanyar. Terkait kejadian itu, dia mengingatkan kemunculan awan pekat tersebut sangat berbahaya karena dapat memicu gelombang tinggi secara tiba-tiba.

"Awan ini sangat berbahaya. Kami menganjurkan kepada para nelayan dan pencari ikan di pesisir, saat melihat pusaran angin atau awan pekat di tengah laut, diharapkan segera menepi untuk keamanan," ujar Arif Rahman.

BPBD mencatat fenomena serupa sudah beberapa kali terjadi di pesisir selatan dan barat Bangkalan. Masyarakat diminta tetap waspada namun tidak panik saat menghadapi cuaca ekstrem selama masa peralihan musim ini.


Editor : Kastolani Marzuki

BERITA POPULER
+
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network