Aksi demonstrasi ratusan pedagang Pasar Larangan menolak relokasi di depan Gedung DPRD Kabupaten Sidoarjo ricuh. Massa saling dorong dengan aparat yang berjaga. (Foto: Pramono Putra)

SIDOARJO, iNews.id - Aksi demonstrasi ratusan pedagang Pasar Larangan menolak relokasi di depan Gedung DPRD Kabupaten Sidoarjo, Senin (30/1/2023), diwarnai kericuhan. Mereka saling dorong dengan aparat yang berjaga.

Semula, aksi berjalan damai. Namun suasana seketika memanas saat pedagang berusaha memaksa masuk ke dalam Gedung DPRD Kabupaten Sidoarjo untuk menemui rekan mereka yang sedang melakukan pertemuan dengan pihak perwakilan anggota dewan.

Sejumlah pedagang terlibat aksi dorong dan bentrok dengan petugas Satpol PP yang berjaga di pintu halaman Gedung DPRD Sidoarjo. Pedagang semakin emosi karena ada sejumlah oknum Satpol PP yang diduga menendang mereka.

Beruntung, polisi yang bersiaga di lokasi berusaha meredam emosi pedagang. Sehingga bentrokan berhasil diredam.

Perwakilan pedagang, Hendrayana, mengatakan massa menolak adanya relokasi di Pasar Larangan. Mereka mengeklaim telah membeli lapak yang saat ini ditempati.

"Dari awal menempati itu mereka membeli stan di sana kepada pihak pasar. Mereka juga sudah lama menempati di sana," ujar Hendrayana.

Dia mengatakan, para pedagang selama ini juga tertib membayar iuran. Dia mengklaim tak pernah ada permasalahan selama para pedagang berjualan di sana.

"Mereka tertib bayar retribusi, bayar sampah tertib, bayar listrik tertib," katanya.

Atas hal itu, kata dia, para pedagang menolak direlokasi. Dia menyebut, mereka sepakat untuk tetap bertahan di lapak yang selama ini ditempati.

"Mereka menolak relokasi, mereka sepakat bertahan," ujarnya.

Kericuhan akhirnya bisa diredam. Namun massa belum puas karena belum ada keputusan terkait tuntutan mereka.


Editor : Rizky Agustian

BERITA POPULER
+
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network