Pegawai BNNP dan Bea Cukai Jatim memusnahkan 8 kg lebih sabu, Rabu (7/2/2018). (Foto: iNews.id/Ihya’ Ulumuddin)

SURABAYA, iNews.id - Badan Narkotika Nasional Propinsi (BNNP) Jawa Timur (Jatim) memusnahkan lebih dari 8 kilogram (kg) narkotika jenis sabu-sabu, Rabu (7/2/2018). Serbuk kristal memabukkan ini dimusnahkan dengan cara dibakar dalam tungku khusus.

Kepala BNNP Jatim Brigjen Pol Bambang Budi Santoso mengatakan, barang haram senilai Rp10 miliar tersebut hasil dari penangkapan tiga jaringan pengedar narkoba. Beberapa waktu lalu, jaringan internasional itu dibekuk BNNP Jatim dan juga Bea Cukai Tanjung Perak serta Bea Cukai Juanda, Surabaya.

“Narkoba ini masing-masing hasil dari pengungkapan narkotika dari Bangkalan-Madura. Saat itu petugas menyita lebih dari 9 ons sabu dan mengamankan dua tersangka. Satu di antaranya tewas,” kata Bambang, seusai pemusnahan Rabu siang.

Kasus berikutnya pengungkapan petugas gabungan dari BNNP Jatim dan Bea Cukai Tanjung Perak. Dari hasil itu, petugas mengamankan barang bukti lebih dari 7 kg sabu. Sementara tersangka yang diamankan adalah enam orang. “Dua dari enam pelaku juga terpaksa kami tembak mati karena melawan,” ujarnya.

Sementara kasus ketiga adalah, pengungkapan petugas BNNP Jatim bersama dengan Bea Cukai Juanda, Surabaya. Meskipun hanya mengamankan sabu seberat 140 gram, modus yang digunakan pelaku Z cukup unik, yakni dengan cara memasukkan ke alat vital bagian belakang.

Bambang menjelaskan, dari hasil pemeriksaan terhadap para tersangka, seluruh barang haram tersebut akan diedarkan di Surabaya dan Jatim. Para bandar memiliki banyak kaki tangan di wilayah Jatim ini sehingga leluasa melakukan aksi.

Menurut Bambang, tiga pengungkapan pada awal tahun 2018 ini juga merupakan jaringan internasional. Sebagian besar barang dipasok dari Malaysia, meskipun beberapa dari Aceh. “Asal barang ada yang dari Malaysia, ada juga yang dari Aceh. Yang dari Aceh itu juga berasal dari Malaysia,” tuturnya.

Bambang menambahkan, wilayah Indonesia memang menjadi sasaran empuk para bandar. Mereka menganggap Indonesia sebagai pasar potensial karena jumlah penduduknya yang cukup besar. Sementara akses untuk masuk juga banyak.

“Makanya perlu kerja keras semua pihak. Semua harus bersatu dan bersinergi. Tinggalkan ego, kita bersama-sama harus memberantas narkoba. Mungkin dengan begitu, bandar bandar narkoba akan takut ke Indonesia,” tuturnya.


Editor : Maria Christina

BERITA POPULER
+
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network