BNNP Jatim berhasil mengungkap kasus penyelundupan ganja sebanyak 16,9 kg, Kamis (19/5/2022). (Foto: Sindonews/Lukman Hakim).
Lukman Hakim

SURABAYA, iNews.id - Modus penyelundupan narkoba jenis ganja di Jawa Timur (Jatim) semakin beragam. Salah kasus yang menghebohkan yakni ganja dalam kemasan bubuk kopi

Kasus penyeludupan narkoba ini berhasil dibongkar Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Timur (Jatim). Pada kasus ini BNNP berhasil menangkap tiga tersangka, yakni YF warga Jalan Kedurus, Karang Pilang Surabaya, HGA warga Jember yang tinggal di Jalan Husni Thamrin, Klojen, Malang dan AH warga Jalan Kencana, Wagir, Malang. 

"Pengungkapan pertama, dilakukan kepada tersangka YF yang kedapatan menyimpan ganja seberat 1,9 kg," kata Kepala BNNP Jatim, Brigjen Pol M Aris Purnomo, Kamis (19/5/2022).

Di hadapan petugas YF mengaku ganja tersebut didapat dengan cara membeli melalui media sosial Instagram dengan akun Omah Ijo. Kemudian YF berkomunikasi melalui telegram dengan tersangka Patah (DPO) dan menyarankan YF untuk memesan melalui akun ph8coffe, karena ganja akan disamarkan pengirimannya dengan bubuk kopi. 

YF mengaku membeli ganja tersebut dengan harga Rp12 juta. "Namun, untuk pembayaran ganja tersebut belum tersangka bayar karena perjanjiannya barang dibayar apabila sudah sampai," ujar Aris.

Untuk perkara kedua, BNNP Jatim menangkap tersangka HGA dan AH. Penangkapan ini dilakukan dengan dan informasi dari BNNP Sumatera Utara serta didukung informasi masyarakat. 

Petugas pun mendapat informasi bahwa di kantor perusahaan ekspedisi di Jalan Husni Thamrin, Klojen, Kota Malang dan di Lapangan Bandulan, Sukun, Kota Malang akan ada transaksi narkotika.

Setelah dilakukan penyelidikan, petugas menangkap HGA karena telah menerima paket berisi ganja. HGA sebelumnya sudah 5 kali menerima paket ganja. "Dari HGA, petugas menyita satu paket ganja sebanyak 15 bungkus seberat 14,8 kg," imbuh Aris.

Menurut Aris, HGA biasanya setelah menerima paket ganja, paket tersebut selanjutnya diserahkan ke penerimanya yang biasanya bertemu di Lapangan Bandulan Malang. Selanjutnya petugas BNNP Jatim dan HGA menuju Lapangan Bandulan Malang. Disana HGA dan petuga bertemu dengan seorang laki-laki sebagai penerimanya, yakni tersangka AH.

Saat berusaha mengambil paket, AH yang hendak diamankan petugas BNNP malah mecoba melarikan diri dari peringatan petugas. Saat masih tetap berusaha melarikan diri, petugas pun melakukan tindakan tegas dan terukur berupa tembakan di bagian kaki sebelah kiri guna melumpuhkan AH. 

"Dari keterangan AH, dia bersama HGA menerima paket ganja tersebut atas perintah Sinyo (DPO ). AH juga mengaku telah 5 kali menerima paket narkotika ganja atas perintah atasannya bernama Pablo (DPO)," katanya. 


Editor : Ihya Ulumuddin

BERITA TERKAIT