SURABAYA, iNews.id – Polemik mahar politik Rp40 miliar yang diungkap Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) La Nyalla Mahmud Mattalitti ke publik menjadi bola liar. Setelah Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jawa Timur (Jatim) turun tangan, kabar tersebut juga diduga menimbulkan gejolak di bawah.
Selasa (16/1/2018) siang tadi, ratusan Laskar Garda Merah Putih (GMP) mendatangi Kantor DPD Gerindra Jatim di Gayungsari. Informasi yang dihimpun, pasukan pengamanan Gerindra ini datang menyusul kabar ada unjuk rasa kelompok pendukung La Nyalla Mahmud Mattalitti.
Kabar adanya pergerakan massa pendukung Nyalla ini juga dibenarkan Kapolsek Gayungan Kompol Lukito. Kabar tersebut muncul melalui pesan berantai di media sosial dan WhatsApp. “Infonya begitu. Bahwa akan ada pergerakan massa dari PP (Pemuda Pancasila) ke Kantor Gerindra. Tetapi, setelah kami telusuri, ternyata tidak jelas,” ungkap Kapolsek Gayungan Kompol Lukito, Selasa (16/1/2018).
Sementara sejumlah pengurus DPD Partai Gerindra Jatim juga membantah tengah mengumpulkan GMP untuk menangkal rencana unjuk rasa kelompok pendukung La Nyalla Mattalitti. Mereka mengatakan, GMP berkumpul untuk rapat koordinasi. DPD Partai Gerindra mengundang pasukan pengamanan partai berkenaan dengan pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak Juni mendatang.
“Hari ini ribuan GMP (Garda Merah Putih) se-Jatim berkumpul untuk koordinasi pengamanan di kantor-kantor Gerindra dalam rangka pemenangan Pilkada Serentak. Jadi bukan karena ada isu adanya demonstrasi,” kata Sekretaris DPD Partai Gerindra Jatim Anwar Sadad.
Pernyataan sama juga disampaikan Ketua DPD Partai Gerindra Jatim Soepriyatno. Menurutnya, Gerindra yang merupakan parpol mempunyai hubungan baik dengan Pemuda Pancasila sebagai organisasi kemasyarakatan (ormas). Khususnya, dengan Ketua Umum Majelis Pimpinan Nasional Pemuda Pancasila Yapto Soerjosoemarno.
“Partai Gerindra tidak ingin diadu domba dan dibenturkan dengan ormas Pemuda Pancasila karena hakikatnya Partai Gerindra dan ormas Pemuda Pancasila memiliki tujuan yang sama untuk menjadi benteng NKRI, meskipun berjuang pada ranah yang berbeda,” katanya.
Berkaitan dengan isu yang diviralkan di media sosial bahwa MPW Pemuda Pancasila Jatim akan melakukan aksi di DPD Partai Gerindra Jatim yang ditujukan kepada Partai Gerindra, Prabowo Subianto sebagai Ketua Umum, dan dirinya sebagai Ketua DPD Jatim, menganggap hal itu sebagai upaya mengadu domba dan membenturkan Pemuda Pancasila dengan Partai Gerindra.
“Kami meyakini bahwa tidak mungkin Pemuda Pancasila bergerak tanpa komando Bapak Yapto Soerjosoemarno. Berkumpulnya Laskar Garda Merah Putih (GMP) pada hari ini di kantor DPD Partai Gerindra Jatim adalah dalam rangka rapat koordinasi pemenangan pilkada serentak di 18 kabupaten/kota se-Jawa Timur,” ungkapnya.
Sementara itu mengenai polemik mahar Rp40 miliar Komandan Garda Merah Putih Jatim Hidayat meminta untuk diselesaikan secara baik-baik melalui Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jatim dan kepolisian. “Konteks isu yang berkembang (mahar Rp40 miliar) sudah masuk ranah kepolisian dan Bawaslu. Jadi biarkan mereka yang menyelesaikan. Jangan lantas kami diadu domba,” pungkasnya.
Editor : Maria Christina
Artikel Terkait