SITUBONDO, iNews.id – Banjir bandang menerjang sejumlah wilayah di Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, setelah diguyur hujan deras dan angin kencang, Minggu (8/3/2026). Selain merusak ribuan rumah dan infrastruktur, dua orang dilaporkan hilang diduga terseret arus sungai yang meluap.
Dua warga yang dilaporkan hilang diidentifikasi bernama Tohari alias Pak Has (40), warga Desa Patemon, dan Jaelani, warga Desa Sumberanyar, Kecamatan Jatibanteng. Berdasarkan keterangan keluarga, keduanya diduga terseret arus saat sedang mencari rumput di sekitar bantaran sungai.
Nahas, saat mereka beraktivitas, debit air sungai tiba-tiba meningkat drastis hingga terjadi banjir bandang yang menyapu area sekitar. Petugas gabungan kini tengah dikerahkan untuk melakukan penyisiran di sepanjang aliran sungai guna mencari keberadaan kedua korban.
Banjir yang dipicu luapan sungai tersebut membawa material lumpur pekat dan merendam permukiman warga. Hingga saat ini, warga secara swadaya mulai membersihkan sisa-sisa lumpur yang mengotori rumah dan perabotan mereka.
Bupati Situbondo, Rio Prayogo mengatakan, peningkatan status menjadi Tanggap Darurat dilakukan agar proses penanganan pascabencana, baik evakuasi maupun perbaikan infrastruktur, dapat dilakukan secara lebih cepat dan terpadu.
"Dampaknya cukup parah, tidak hanya rumah warga tetapi juga infrastruktur umum. Fokus kami saat ini adalah pencarian korban hilang dan pemulihan akses jalan yang terputus," ujar Rio Prayogo, Senin (9/3/2026).
Pantauan di lapangan, warga mulai bahu-membahu membersihkan lingkungan dari material banjir. "Air datangnya sangat cepat, lumpurnya tebal sekali. Sekarang kami fokus selamatkan barang yang masih bisa dipakai," kata Sunardi, salah seorang warga terdampak.
Pemerintah daerah mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan, mengingat intensitas hujan di wilayah hulu masih berpotensi tinggi yang dapat memicu luapan air susulan.
Editor : Kastolani Marzuki
Artikel Terkait