BPS Jatim mencatat angka kelahiran pada usia remaja menurun tajam. (Foto: Ilustrasi/Dok)

SURABAYA, iNews.id - Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur (Jatim) mencatat, Age Spesific Fertility (ASFR) atau angka kelahiran menurut kelompok umur tertentu, khususnya pada remaja rentang usia 15-19 tahun dalam lima dekade terakhir menurun tajam. Yakni, 149 kelahiran dari setiap 1.000 perempuan di 1971 menjadi 31,34 kelahiran pada 2020.

"Penurunan angka kelahiran pada kelompok usia remaja ini seiring dengan semakin meningkatnya rata-rata usia kawin pertama akibat dari semakin meningkatnya partisipasi perempuan bekerja ataupun menempuh pendidikan," ujar Koordinator Fungsi Statistik Sosial BPS Jatim, Sunaryo, dalam rilisnya, Selasa (31/1/2023).

ASFR tertinggi di Jatim adalah perempuan umur 25-29 tahun. Terdapat sekitar 113 kelahiran dari setiap 1.000 perempuan pada rentang usia tersebut.

Kemudian, sekitar 101-102 kelahiran per 1.000 perempuan adalah umur 20-24 tahun. "Pada kelompok umur 45-49 tahun, angkanya 2 kelahiran per 1.000 perempuan," kata Sunaryo.

Data BPS Jatim juga menunjukkan, hasil Long Form SP2020 menyebut, Angka Kematian Ibu (AKI) di Jatim sebanyak 184 perempuan pada saat hamil, saat melahirkan, atau masa nifas per 100.000 kelahiran hidup. Beberapa penyebab kematian ibu antara lain hipertensi saat kehamilan dan terjadinya pendarahan.

Adapun faktor-faktor yang menyumbang AKI di Jatim antara lain terbatasnya pelayanan pemeriksaan kesehatan pada ibu hamil (pelayanan antenatal care), kekhawatiran ibu hamil atau keluarganya dalam melakukan pemeriksaan kehamilan ke tenaga kesehatan.

Kemudian terbatasnya layanan pada fasilitas kesehatan untuk persalinan utamanya pada masa pandemi Covid-19, serta masih terjadinya persalinan menggunakan bantuan dukun atau tenaga non-medis. 


Editor : Rizky Agustian

BERITA POPULER
+
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network