BANGKALAN, iNews.id - Empat ruang kelas di SDN Tlagah 2, Bangkalan, Jawa Timur, ambruk akibat hujan deras disertai angin kencang. Peristiwa ini memaksa ratusan siswa menjalani proses belajar mengajar di beranda rumah warga sekitar.
Tanpa meja dan kursi, mereka duduk lesehan berjam-jam, menulis sambil membungkuk, sehingga suasana belajar terasa kurang nyaman.
Dari total 248 siswa, separuh di antaranya harus menempuh pembelajaran darurat di rumah warga. Sementara siswa kelas satu hingga tiga masih menempati ruang kelas yang kondisinya mulai mengkhawatirkan.
Pihak Dinas Pendidikan Bangkalan menjelaskan, bangunan sekolah tersebut merupakan SD Inpres yang dibangun pada awal 1980-an. Usia bangunan yang lapuk ditambah cuaca ekstrem menyebabkan empat ruang kelas roboh.
Sebelumnya, status lahan sekolah sempat tersangkut sengketa sehingga tidak pernah mendapat bantuan rehabilitasi.
Kini, setelah status lahan resmi menjadi milik Pemkab Bangkalan, sekolah tersebut sudah diajukan untuk rehabilitasi total melalui anggaran tahun 2026. Untuk sementara, para siswa dan guru diungsikan ke rumah warga maupun lokasi lain yang bisa digunakan.
Kabid Pembinaan SD Disdik Bangkalan, Moh Ali Yusri, menegaskan bahwa revitalisasi sudah diusulkan dan diharapkan segera terealisasi agar siswa bisa kembali belajar dengan aman.
"Sudah kami usulkan melalui revitalisasi Tahun 2026, program prioritas nasional juga terkait sarana dan prasarana sekolah sudah kami komunikasikan juga dengan pusat. Insya Allah dalam waktu dekat ini ada kabar baik sehingga SDN 2 Tlaga ini bisa segera kita perbaiki," ujar Ali Yusri.
Sementara itu, Rifki Ashrofi, siswa kelas VI, berharap segera memiliki ruang kelas layak agar bisa belajar dengan nyaman tanpa harus berpindah ke rumah warga.
"Harapannya saya dan kawan-kawan bisa belajar dengan nyaman," kata Rifki.
Editor : Kurnia Illahi
Artikel Terkait