SURABAYA, iNews.id – Dua pos polisi lalu lintas di Surabaya, Jawa Timur, diduga menjadi sasaran pelemparan bom molotov oleh orang tidak dikenal (OTK) pada Sabtu (15/8/2026) malam.
Saat ini, aparat kepolisian tengah melakukan penyelidikan mendalam untuk memburu pelaku.
Salah satu lokasi yang diserang adalah Pos Polisi Margorejo di Jalan Ahmad Yani, Surabaya. Berdasarkan pantauan di lokasi, bagian depan pintu pos polisi tersebut tampak hangus akibat kobaran api. Sejumlah anggota polisi berpakaian preman disiagakan untuk mengamankan area sekitar.
Saksi mata di lokasi, Yudi, yang merupakan penjaga perlintasan kereta api Margorejo—berjarak sekitar 30 meter dari lokasi—mengatakan pelaku beraksi seorang diri.
"Pelaku awalnya duduk di atas motor bebek yang dikendarai, lalu tiba-tiba menyulut api dan melemparnya ke arah pos polisi," ujar Yudi.
Yudi menambahkan, saat kejadian kondisi di dalam pos polisi sedang kosong. Pelaku diketahui memiliki ciri-ciri mengenakan pakaian serbahitam sebelum melarikan diri.
Selain Pos Polisi Margorejo, Pos Polisi Bundaran Waru juga mendapat seragan serupa. Garis polisi tampak terbentang di dalam pos dan dijaga ketat oleh petugas.
Saat dikonfirmasi, Kabid Humas Polda Jawa Timur Kombes Pol Jules Abraham Abast membenarkan adanya insiden tersebut. Pihak kepolisian dari Polrestabes Surabaya sudah diterjunkan ke tempat kejadian perkara (TKP).
"Benar, saya telah menerima informasi terkait adanya kejadian tersebut. Anggota Polrestabes Surabaya saat ini telah berada di lokasi untuk melakukan pengecekan dan penanganan awal," kata Kombes Pol Jules Abraham Abast.
Polisi mengimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi mengenai jenis benda maupun motif utama di balik serangan ini hingga seluruh bukti terverifikasi.
"Untuk jenis benda maupun penyebab kejadian belum dapat kami pastikan. Anggota masih melakukan pemeriksaan dan pengumpulan bukti di lokasi. Kami menunggu hasil pemeriksaan tersebut dan tidak ingin berspekulasi sebelum ada fakta yang terverifikasi," tuturnya.
Pasca-kejadian, kedua pos polisi yang menjadi sasaran pelemparan langsung mendapat pengamanan ekstra ketat dari jajaran Kepolisian Daerah Jawa Timur.
Editor : Kastolani Marzuki
Artikel Terkait