LUMAJANG, iNews.id – Dua pendaki hilang kontak saat nekat mendaki Gunung Semeru, Kabupaten Lumajang lewat jalur ilegal. Keduanya teridentifikasi berinisial BK (19) dan MWF (19), pendaki asal Sidoarjo yang dilaporkan mulai naik sejak 2 November 2026.
Keberadaan kedua pendaki terdeteksi hilang setelah petugas Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) menerima laporan penemuan sepeda motor sewaan yang digunakan kedua korban ditemukan terparkir tanpa pemilik di area perladangan warga kawasan Ranu Pani.
Koordinator Tim SAR, Jefriyanzah Putra Pratama mengatakan, kedua survivor diduga menerobos masuk area pendakian Semeru secara ilegal melalui jalur tidak resmi yakni Jalur Hayak-Hayak, Desa Ranu Pani, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang.
Saat ini, kata dia, puluhan personel gabungan telah diterjunkan ke lokasi untuk melakukan pencarian kedua korban.
"Kami mengerahkan sekitar 50 personel gabungan dari unsur Basarnas, petugas TNBTS, BPBD Lumajang, serta potensi SAR untuk menyisir keberadaan korban," ujar Koordinator Tim SAR, Jefriyanzah Putra Pratama, Minggu (8/11/2026).
Tim SAR gabungan mulai melakukan penyisiran intensif menyusuri jalur tikus Hayak-Hayak menuju ke kawasan atas hingga ke area Kalimati.
Editor : Kastolani Marzuki
Artikel Terkait