SURABAYA, iNews.id – Sebanyak 172 mahasiswa Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (Unair) dan 6 pegawai RSUD Dr Soetomo Surabaya mengalami keracunan massal.
Insiden ini diduga dipicu oleh santapan makan siang nasi kotak dalam kegiatan Pra-Pendidikan yang digelar di Gedung Pusat Diagnostik Terpadu (GPDT) RSUD Dr Soetomo, Surabaya, Jawa Timur, Senin (28/9/2026).
Dari total 289 peserta PPDS yang hadir, mayoritas mengalami gejala klinis keracunan makanan secara mendadak usai mengonsumsi hidangan dari pihak vendor.
Gejala yang dialami oleh 178 korban terdiri atas 172 mahasiswa PPDS dan 6 pegawai rumah sakit meliputi mual, muntah, serta pusing hebat.
Berdasarkan penelusuran awal pihak manajemen rumah sakit, menu nasi kotak yang disajikan oleh vendor katering berisi nasi putih, telur rebus, sayuran, acar, serta daging rendang. Dugaan sementara mengarah pada olahan daging rendang sebagai sumber utama pemicu keracunan.
Hal ini menguat lantaran para peserta yang tidak mengonsumsi menu daging rendang dalam nasi kotak tersebut sama sekali tidak mengalami gangguan kesehatan.
"Dari total peserta, ada 178 orang yang terdampak dengan gejala mual, muntah, dan pusing. Dugaan sementara mengarah pada menu daging rendang, sebab peserta yang tidak memakannya tidak mengalami gejala keracunan," kata Direktur RSUD Dr Soetomo Surabaya, Prof Cita Rosita Sigit Prakoeswa.
Dari total korban yang mengalami keracunan, sebanyak 6 orang sempat mendapatkan penanganan darurat dan observasi di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Dr Soetomo. Namun, saat ini seluruh korban telah diizinkan pulang usai kondisi medis mereka membaik dan dinyatakan stabil.
Juru Bicarawm Humas Unair, Dr Gesang Manggala mengatakan, seluruh mahasiswa PPDS korban keracunan kini dalam kondisi baik. Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan serta memfokuskan pemulihan kesehatan para peserta, kegiatan Pra-Pendidikan PPDS untuk sementara resmi diliburkan.
Guna memastikan penyebab pasti timbulnya keracunan massal ini, tim penyidik bersama manajemen rumah sakit telah mengambil sampel makanan dari nasi kotak tersebut.
Sampel telah dikirimkan ke Laboratorium Puslabfor Polda Jatim, Balai Laboratorium Kesehatan Masyarakat, serta Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk dilakukan uji laboratorium komprehensif.
Editor : Kastolani Marzuki
Artikel Terkait